Saturday, 26 November 2016

Namanya Juga Suka

Akhirnya ngersain nyesek lagi setelah sekitar 3 tahun (alhamdulillh) gak pernah nyesek. Sesak kali ini di sponsori oleh Ayana yang beberapa hari lagi pindah ke team KIII. Huah kupatahati 💔
Kabar reshuffle bukan tiba-tiba. Pertama denger kabar sedih tapi "yaudah lah, toh doi kumpul di team yang isinya member2 berbakat". Tapi setelah beberapa hari sebelum Desember ........ 💔


Yang bikin sedih itu karena ku belum pernah liat si Oshi di theater. Oke, kan bukan grad ya hanya pindah team. Tapi sedihnya itu... gak bisa ngeliat dia Hagavi-an bareng team J karena RKJ sudah senshuraku 😭 Unit song fav, setlist fav, terlewati gitu aja. Kemudian, yang bikin lebih sedih lagi, fX di pusat dan aku udah di utara. Tapi gak sempet ke fX untuk senshuraku week. Patahati~


Sedih juga karena Sendy grad.
JKT48 sekali lagi kehilangan high quality member. Karena gak di up JOT? Gapapa neng Sendy mah solo karir juga oke yaa. 5 tahun berkarir di JKT48 kalau gak salah Sendy cuma 3x senbatsu,  Flying Get, Kibouteki Refrain yang paling baru Love Trip, agak keterlaluan. Sekarang harusnya JOT lebih perhatian sama Rona, Siska, Aurel, Nadila. Supaya bisa bertahan lama sebagai member 😂 Sebenernya apa sih susahnya memberdayakan member member yang bertalenta. Toh untuk mengangkat derajat JKT juga 😢

Hmm

Back to Ayana..

Kamu ya jangan sekarang-sekarang yaa grad nya ay. Kan masih muda, 10 tahun lah jadi member yaa. Model-model kaya kamu mah kayanya calon member yang betah lama-lama di JKT. Mudah-mudahan yaa. Nanti aja aku liat kamu pas di KIII ya ay! 💕


Alay yaa..
Ya gimana..
Namanya juga suka 😂

...

I've tried to hate them. But I fall again and again 💔
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-Team J, Team KIII, Team T - Fans

Thursday, 20 October 2016

Kuasa Di Atas Kuasa

Waktu sekolah dulu, semuanya terasa memaksa. Memaksa ya karena kita harus sekolah dan belajar semua materi, dipaksa ingat. Gak ada pilihan tentang "mau sekolah atau mau ini ya?", "gimana kalau gini aja, gak usah sekolah". Gak ada tu yang begitu. Tapi, kelihatannya aku tipe yang bisa adaptasi sama apa yang aku pelajari. Ya pasti gak semua sanggup utk aku kerjakan atau artikan. Tapi sejauh ini aman. Karena awalnya tertanam kalimat Papa yang "Gak ada ilmu yang gak bisa dipelajari". Termasuk akhirnya nekuni jurusan yang bukan pasion banget (tapi diakhir bersyukur karena ternyata ngurusi angka lebih mudah ketimbang ngurusi hidup sosial), karena kan gak ada ilmu yang gak bisa dipelajari, jadi pikirku, asalkan mau belajar ya kita pasti bisa. Ng.. betul sih haha. Urusan IPK alhamdulillah terselamatkan sampai tujuan 😂 *terimakasih Randy dan semua teman-teman belajar*

Setelah lulus, muncul banyak cabang jalan. Jauh beda dengan zaman sekolah, kehidupan pasca wisuda-ku jadi lebih bisa memilih. Mau mencari pengalaman dengan basic ilmu yang dipunya, atau melanjutkan kecintaan yang sempat tertunda? Lalu beberapa jam lalu aku justru punya cita-cita baru. Atau memilih pasrah "Yang mana yang rezeki saja".

Aku pernah"terpaksa"diawalnnya untuk menekuni sesuatu hal yang aku tolak. Aman. Walaupun mati-matian tapi syukurlah semua aman. Kini situasinya berbeda, ada yang bisa aku perjuangkan dulu, konsekuensinya jika salah langkah mungkin akan berbekas sepanjang ingatanku. Lagi-lagi yang sederhana ku buat rumit.




Bahagia, kecintaan akan suatu hal, itu semua kita yang memunculkannya, bukan keadaan.

Namun, tergelincir karena suatu pilihan, juga karena kita yang memunculkannya.

Kemudian pahamilah, mengapa kita harus berserah pada kuasa diatas kuasa kita -setelah berusaha-


Ada kuasa diatas kuasa kita..

Ma.sa.lah

"Masalah itu adalah masalah atau bukan tergantung kita menganggap hal tersebut masalah atau bukan" - F.L

Monday, 8 August 2016

Tooku ni Ite mo - Di Tempat yang Jauh pun

    Dimusim semi angin lembut berhembus
    Di sebelahku ada kau menunggu bus
    Hanya mimpi yang dimasukkan dalam tas
    Memulai perjalanan
    Dengan menggunakan jadwal yang baru
    Kamu telah memilih jalan yang jauh dan bersinar
    Di tempat yang jauh pun langit luas terus membentang
    Terhubung dengan kota tempat kita lahir
    Awan juga hati memang selalu datang dan pergi dengan bebasnya
    Di tempat yang jauh pun langit luas terus membentang
    Waktu yang sama terus menerus mengalir
    Meskipun sekarang kita berpisah, kami selalu ada di sisimu
    Jalan yang penuh pohon-pohon Sakura
    Bus akhirnya datang sesuai jadwal
    Sambil tersenyum, "Aku pergi dulu ya", kau melambaikan tangan
    Kilauanmu yang sekarang adalah cahaya keyakinan mempercayai hari esok
    Di saat kesulitan cobalah memandang langit
    Pasti akan terlihat sekumpulan awan
    Butiran air mata yang dibuat matamu tersapu oleh angin
    Di saat kesulitan cobalah memandang langit
    Karena seperti biasa di sini ku selalu mendengarkan cerita-ceritamu
    Kita tak akan pernah sendirian
    Di tempat yang jauh pun langit luas terus membentang
    Waktu yang sama terus menerus mengalir
    Meskipun sekarang kita berpisah
    Kami selalu ada di sisimu
    Di saat kesulitan cobalah memandang langit
    Pasti akan terlihat sekumpulan awan
    Butiran air mata yang dibuat matamu tersapu oleh angin
    Di saat kesulitan cobalah memandang langiit
    Karena seperti biasa di sini ku selalu mendengarkan cerita-ceritamu
    Kita tak akan pernah sendirian 

    JKT48 Team T 1st Stage
    "Te Wo Tsunaginagara - Sambil Menggandeng Erat Tanganku" 

Tuesday, 2 August 2016

Untitle (2)

Semuanya kuingat jelas, rasanya seperti baru kualami beberapa hari lalu. Saat aku melangkahkan kaki dan meyakinkan hati untuk kembali ke kota ini. Sama sekali gak terbayang olehku bahwa aku akan bersyukur seperti ini. Karena 4 tahun lalu, aku hanya memulai tanpa berfikir.

Tahun-tahun pertamaku rasanya seperti "aku". Untuk pertama kalinya sejak lulus dari sekolah menengah, aku bisa menjadi aku. Sempat terucap dalam hati bahwa "hhh.. setelah bertahun-tahun akhirnya aku ada di zona nyaman". Mereka membawa hari yang aku lalui menjadi lebih menyenangkan. Menyenangkan karena aku bahkan bisa berkaraoke ria sembari jejingkrakan, yang.. astaga.. "aku gak mungkin begini kalau bareng temen-temen SMA". 11 orang temanku inilah yang juga membuatku bangkit lebih cepat dari drama patah hati yang sempat mengganggu tahun ke 2 ku. Siapa yang sangka aku akan masuk kedalam lingkungan ini sebegini dalamnya.

Manusia, terlebih kami wanita perempuan, akan sangat jatuh hati pada siapapun yang ada disisi mereka saat situasi terburuk datang. Apakah itu teman laki-laki atau teman perempuan. Begitu juga aku. Situasi buruk yang aku alami membuat teman-temanku naik level. Saat itu mereka berada pada tingkatan paling atas dan memenuhi hatiku. Aku gak terlalu paham, saat itu mereka sengaja menghiburku, hanya kasihan, atau sebatas basa-basi karena tiba-tiba si Fitri datang dengan mata sembab? Entahlah. Selain gak paham akupun gak ingin mencari tau. Karena, apapun alasannya, sama sekali gak akan merubah kenyataan bahwa mereka membuatku bahagia lebih cepat. Apapun alasan dan tujuan mereka, sama sekali gak akan mengganggu. Aku menyayangi mereka karena mereka yang membuatnya begitu.

Aku bukan pribadi yang baik. Itu yang aku tau. Namun aku selalu berusahaa untuk setidaknya gak menjadi yang pertama dalam menyakiti. Aku pasti pernah membuat mereka sedih karena ucapanku, mungkin karena sikapku, atau egoku. Semua manusia pasti begitu, jika gak, kata toleransi mungkin gak akan muncul di dalam KBBI. Pertemanan gak akan bertahan lama jika gak ada toleransi. Hm.. tapi aku sama sekali gak menyalahkan semua orang yang gak bisa toleransi sih. Karena aku yakin masing-masing dari kita pasti punya batasan yang berbeda. Tapi, jangan menunjukan sikap gak bisa toleransi itu di depan orang lain. Karena bisa merusak keadaan.

Seperti yang pernah aku bilang, bahwa dalam masalah yang kemudian muncul di tahun ke 3-ku, "waktu" menghempaskan semua masalah tersebut hingga tersamarkan. Kini, mungkin samar, namun mungkin masih berbekas. Lagi-lagi aku gak dapat memahaminya. Hingga kemudian masing-masing dari kami menemukan kenyamanan sendiri-sendiri. Akibat dari toleransi yang datang terlambat, atau kedewasaan yang membuatnya begitu. Setidaknya aku tau kini semua orang sedang berbahagia. Dan aku bahagia karena mengetahui hal itu.

Dipenghujung waktu ini, prinsip dan hati telah melebur kemudian membangun pertahanan diri. Tentang kehidupan pertemanan, pada tingkat persahabatan, sejauh mana prinsip dan hati mampu memahami perbedaan karakter, dan juga toleransi kemudian memaafkan.

Tentang cerita masa kuliah yang gimanapun kalian adalah bagian dari tokohnya, terimakasih. Jika kalian membaca tulisan ini, aku harap kalian tau bahwa aku menghargai setiap proses yang akhirnya terjadi. Bahwa aku mensyukuri kita :)



  Salam Hangat,


-Fitri Listyarini-

Monday, 25 July 2016

Untitle (1)

Sudah sampai diakhir ya. Tiba-tiba semua memori muncul bergiliran di kepala. 4 tahun ini proses nya terasa paling beragam. Padahal mungkin orang lain mengalami lebih banyak dari aku. Tapi, ini rasanya yang ku punya terlalu banyak. Jangan sampai ada yang tertinggal, percuma dialami jika tidak ada yang bisa di pelajari,

Satu hal paling penting, bahwa kebersamaan dengan orang lain itu tidak ada yang selamanya. Ada saatnya ditinggalkan atau meninggalkan, Sedih ya, Kenyataannya manusia pasti berbuat kesalahan, saat sampai diusia tertentu toleransi akan kesalahan orang lain jadi semakin tinggi. Aku bukan tipe easy going, namun kini aku paham, bahwa kita semua hidup berdampingan, meskipun itu tentang kebaikan juga keburukan. Rasanya tidak perlu harus sampai mengalah jika memang tidak sejalan, minimal jangan membenci. Seorang teman pernah berkata "Gak ada yang salah atau benar, fit. Hanya ada cocok dan gak cocok". Well, itu lah mengapa seleksi alam di butuhkan.

4 tahun waktu yang sebentar untuk bersenang-senang. Namun waktu yang sangat panjang untuk menyelesaikan masalah. Beberapa orang membiarkan masalah diselesaikan oleh waktu. Karena waktu adalah pemberi solusi terbaik. Karakterku bukan begitu, namun entahlah, aku justru melakukannya saat ini. Aku takut untuk mengulas, aku takut untuk membahas.



Namun, mungkin aku sendirian yang terlalu rumit berfikir.





-Fitri Listyarini-